Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the spidermag-pro domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/artikelb234boke/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Cerita Sex Berhubungan Badan Dengan Nani Yang begitu Cantik Dan Bohay - Artikel Bokep - Artikel Cerita Seks - Artikel Sex Dewasa - Cerita Dewasa

Cerita Sex Berhubungan Badan Dengan Nani Yang begitu Cantik Dan Bohay

Cerita Sex Berhubungan Badan Dengan Nani Yang begitu Cantik Dan Bohay

Cerita Sex Berhubungan Badan Dengan Nani Yang begitu Cantik Dan Bohay

Comments Off on Cerita Sex Berhubungan Badan Dengan Nani Yang begitu Cantik Dan Bohay

Saat itu saya baru terjaga pertama kalinya rasakan tidur siang didampingi Nani dan dengan bebas nikmati keelokan badan gadis yang telah menanti untuk kugauli kembali sesudah sempat bersamaku nikmati permainan di atas tempat tidur yang pertama.

Bokep Jav Sub IndoDengan banyak hati birahi yang tidak tertahan, saya cepat-cepat agar selekasnya menjumpainya. Demikian sampai kamarnya, Nani sudah menyambutku dengan badannya yang demikian sensual, menyengaja menunjukkan bentuk badannya dibalik pakaiannya yang ketat di atas pusarnya dan celana pendek yang ketat , menunjukkan bokongnya yang bundar sintal. Kuperhatikan buah dadanya yang tidak berbalut bra kembali tercetak terang di pakaiannya sampai putingnya juga mencolok terang.

Selekasnya badannya menghambur merengkuh badanku, bibirnya langsung menggempur mengulum bibirku dengan kecupan seolah tidak ingin lepas kembali. Sekalian terus Nani menggelayut badanku, lidahnya tidak hentinya bermain dalam mulutku makin garang.

“Maas.. eehmmh.. Nani telah rindu..” begitu keluh manjanya walaupun baru saja kutinggal tidur beberapa saat lalu, rasakan begitu sepinya ia menantiiku tertidur di sebelahnya.
“Mengapa barusan tidak bangunin saja..” tanyaku, walaupun tubuhku tetap rasakan lemas baru bangun tidur sesudah siang itu menjamah Nani sampai seringkali.
“Ahh, tidak sedap.. ngeganggu orang kembali nyenyak tidur.. Mas, telah lapar belum?” tanyanya dengan manja dengan masih tetap menggelayut di bahuku.
“Yaah, lapar .. Mengapa?” tanyaku kembali.
“Ya makan dahulu, yok..” sambil ia terus menggayut di bahuku ke arah meja makan.

Nani telah mempersiapkan masakan untuk makan siang saat saya sedang istirahat tidur barusan, dan saat ini telah ada di atas meja. Selekasnya saja saya mendekati agar bisa selekasnya menjejal perutku yang dirasa lapar. Demikian saya usai menuang makananku ke piring untuk kusantap, Nani justru menarikku untuk berpindah duduknya di atas sofa.

“Mas, makannya duduk di sini saja.. agar Nani dapat nemeni lebih sedap..” ucapnya.
Nani kelihatannya tidak ingin jauh dariku, ia juga duduk melekat menantiiku makan. Saat saya makan, tangannya aktif menggenggam tangkai kejantananku sekalian terkadang mengocaknya.
“Sedap tidak Yaang..?” tanyanya sekalian tersenyum memikatku.
“Apanya yang tidak sedap.. orang kembali makan dikocak-kocok ini.. eehmm..” jawabku.
Dengan kenekatannya ia justru mintaku lebih dari sekadar mengocak tangkai penisku.

“Yaang.. celananya dilepaskan saja ya.. Nani ingin..” tanpa menanti persetujuanku celana dalamku telah diambil lepas, dan sekarang bibir mulutnya ke arah selangkanganku, mengulum tangkai kemaluanku yang sejak dari barusan begitu tegang.
“Ahh.. cresp.. slepp.. aah.. crespp.. crespp.. sllpp.. aah.. crepp.. crespp.. ahh..”Demikianlah yang didengar sepanjang saya makan sampai usai. Kunikmati sekali pergolakan birahi, Nani meredam nafsunya dengan mengulum tangkai penisku.

“Non, saya telah usai nih makannya, kita mandi dahulu yok,” ajakku supaya ia tunda dulumerangsangku.
“Ehehh.. agar sampai keluar dahulu Yaang..” rengeknya mintaku supaya ia masih tetap mengulum kemaluanku sampai senang.
“Kelak sekaligus di dalam kamar mandi saja, kan Mas kelak bisa juga ngrasain punyai Nani..”

Aku juga selekasnya berdiri ajaknya ke arah kamar mandi. Sore itu kami mandi berdua, bercumbu seakan tidak ada puasnya sama-sama menggosok dan meremas beberapa bagian badan Nani maupun penisku yang selalu tidak terlepas dari pegangan tangan atau belaian lidah dan mulut Nani. Sekalian tangan kirinya menekan kepalaku, tangan kanannya menyorongkan putingnya ke mulutku, ditekanbuah dadanya ke mulutku. “Ogghh.. Mas.. adduh Mas.. gelii.. Mas.. Nani kayaak mauu.. ogh.. aduh.. geli Sayang.. mhh.. Mas.. aduh sedap.. yach.. tteruss.. sstt.. ehhm..” Mulut Nani terus keluarkan desah yang melepas nafsu dan gelinjang kepuasan yang diarasakan. Tanganku tidak ingin diam, dan dengan penuh kehalusan jemari tengahku masuk lubang vaginanya yang menganga antara selangkangan yang dirasa licin oleh lendir kepuasan vaginanya. Aku juga sudah rasakan basah karena cairan yang keluar.

“Sedap.. sedap.. sedap.. lebih sedap dibanding Nani kocok sendiri Mas.. yach, terus Mas, Nani ingin tiap hari ini Mas..” Mulutnya tidak hentinya keluarkan kata-kata ungkapanbirahinya.
“Ehh.. Mass.. terus tanda tangan Sayaang.. Nani.. enaakk aduh Mas.. ogghh.. Maass, gellii.. teruss.. terus..” semakin menginginkan kocokan jariku makin cepat. Jemari tanganku berasa cukup pegal meng ikuti irama kocokan yang Nani harapkan. Matanya terpejam, sekalian lidahnya mainkan dan menjilat bibirku dibarengi goyangan pinggulnya makin cepat.
“Ohh Maass.. di sana.. terus.. jangan stop.. ohh.. ehh..” Nani mulai bergoyang naik dan turun menantang arah tanganku. Desah suaranya penuhi kamar mandi.
“Ohh.. Mas.. ahh.. ahh.. ahh.. gelii.. sayaang.. nikmat.. Ooh.. Oooh.. Ooohh Mas..” demikian ucapan-ucapan birahinya yang kelihatannya tidak kuduga jika menyaksikan kesehariannya terlihat biasa saja. Kubayangkan memang demikian jika sepasang wanita dan pria jika mengalami nafsu bersetubuh.

Pengalaman yang baru buatku sepanjang seringkali menjamah Nani. Ucapannya terus berkali-kali kedengar menggairahkan diselipin desah napas penuh birahi. Nani mengeluh dan merengkuh leherku dengan kuat. Kepalanya bergoyang ke kanan dan kiri. Bibirnya sentuh bibirku dan kamiberciuman kembali. Kubuka mulutku dan lidah kami sama-sama menjilat entahlah bibir atau rongga mulut.Kuangkat ia dan kudorong ia ke dinding. Saya berlutut di depannya dan lidahku bermaindi sela vaginanya. Tangannya menekan kepalaku dan yang satunya merpermainkan payudaranya, Nani mainkan putingnya sendiri untuk menambahkan kepuasan birahinya dengan diikuti puting di dada yang montok itu terlihat makin tegang. Ia terus meremas buah dadanya dan mulutnya tidak hentinya keluarkan desah napas yang mengincar rasakan birahi yang semakin mencapai puncak.

“Sss ahh.. sedap Mas..” erangnya.
“Ehm..” matanya 1/2 tertutup.
“Mas.. eghh putingku teruss.. Mas, mana penismu Mas.. Yach teruss Mas.. Hheegh.. enaak.. eeghh.. yach..”
Tangan kananku aktif memilin-milin puting susunya yang makin mengeras sementara tangan kanan Nani meremas puting buah dadanya sendiri.
“Ah.. Mas.. jika ini terus Nani tambah sangat sayang sama Mas.. ohh.. ohh..” Mulutnya terusmengeluarkan beberapa suara nafsu yang jika kudengarkan, menambahkan nafsu dan makin menggairahkan . Gairahku makin menggebu untuk menidurinya, dekapan ke badan Nani makin kuat menelusuri birahinya yang naik-turun dan terus-terusan menggeliat luar biasa. Nani melepas desah gairahnya dan mintaku mengulum puting susunya yang begitu tegang karena sudah terangsang oleh mulutku.

“Ohh.. ohh.. ohh.. enaknya.. ohh.. ah.. nikmat..”
Sesudah senang dengan buah dada yang kanan saya berpindah ke yang kiri, putingnya kuisap kuat-kuat diselipin cupangan pada bulatan payudaranya yang montok hingga terlihat sejumlah tempat tinggalkan sisa merah. Pergerakan badannya membuat ke-2 bukit payudaranya bergoyang ke kiri dan ke kanan sekalian meredam gelinya puting susunya yang kusedot. Berasa nikmat bisa menyelusuri bukit payudara yang membusung cantik di dadanya yang terlihat mulus bersih tersebut. Berkali-kalipermintaannya supaya rangsanganku pada puting dan cupangan buah dadanya terus kulakukan sepuas hati.

“Ohh.. Mas sayang terus.. terus.. yang keras sedotannya.. ohh..” demikian desahnya di telingaku.
“Non, penisku tambah tegang saja jika Nani terus menerus demikian..” bisikku.
Ternyata Nani mengetahui kemauanku, waktunya terima tangkai kejantananku agar bisa selekasnya diberlakukan seharusnya saat ia rasakan sentuhan penisku yang telah tegang dari barusan. Ia giliran berlutut di depanku lantas ia menjilat-jilati penisku, dan meremas penisku sampai basah oleh jilatannya. Lantas Nani menyongsong tangkai penisku, berasa hangat oleh belaian tangannya, kepala penisku ia jilati kembali, dikit demi sedikit penisku musnah di rongga mulutnya, bibirnya dengan gesit mengisap lubang penisku, berasa geli-geli nikmat sampai dengkulku gemetaran meredam rasa nikmat.

Mass.. punyamu bikin gemas lho Mas.. ini yang membuat suka teruss.. enaak.. assiin Mas.. ahh..” Penisku yang masuk ke tenggorokan Nani kucabut dari mulutnya dan kulepaskan, selanjutnya kupegang lengannya, kuangkat supaya ia berdiri mengakhiri permainan tersebut.

Saya ingin berpindah ke vaginanya yang telah basah oleh lendir kepuasan, kupegang dengan meraba-raba halus. “Yaangg.. adiknya membuat suka, saya sudah tidak tahan kembali, ingin menjepit penismu.. Yaang, Nani udaahh tidak tahan melihat penis Mas ngaceng sebesar itu mari masukan Maas..” kata Nani sekalian membelai-belai kejantananku yang tegak kaku sekalian dioleskan ke pipinya.

Tidak lama kemudian di atas badanku yang rebah di atas tempat tidur, Nani ambil posisi jongkok menanamkan lubang senggamanya pas tangkai kemaluanku. Nani membimbing penisku yang telah tegang, lantas tempelkan di bibir vaginanya. “Ahh.. ohh.. Yang.. ohh.. emh.. aduhh.. nikmat..Yangg.. teruss.. goyangkan bokongmu Mas iyah.. sedap Yaang..” Menyengaja bokongku saya goyangkan meng ikuti pergerakan penisku yang dirasa hangat dalam vaginanya. Berganti-gantian Nani yang aktif seperti menunggang kuda, bokongnya mengayun di atas selangkanganku.

Terkadang mundur-maju atau kadangkala putar sekalian ke-2 tangannya menggairahkan payudaranya dengan meremas dan memilinputingnya. Kuperhatikan matanya terkadang terpejam meredam rasa gelinjang yang luar biasa, sampai badannya meliuk ke belakang dan saat bokongku kugoyang, buah dadanya bergetar cantik ke kanan ke kiri. Ah, seperti inilah bila gadis ini sedang diterpa pergolakan birahi yang lebih tinggi. Sampai datang saat pucuk birahinya menuntut rangsanganku lebih bertambah.

“Mas, saya di bawah.. jangan lepas yahh.. Ughh.. enaknya Maas..” Sekarang Posisiku berbeda di atas sementara dengan selekasnya betisnya yang cantik dilipatnya ke paha dan bersama bokongnya yang sintal terangkut meredam dorongan penetratifku. Terlihat keelokan lubangkewanitaannya makin bebas saat Nani makin buka ke-2 pahanya dan mengusung betisnya pas di bahuku.

“Yayangg.. ohh.. ohh.. ahh.. ahh.. terus.. terus.. semakin kuat.. dorong terus.. Yang dalam.. ach.. ohh..” matanya merem-melek nikmati goyangan penisku dan, “Ooooh.. Mas.. Sayang.. saya ingin keluar.. ohh.. ohh.. ohh..” Lantas mendadak ia goyangkan bokongnya keras-keras kiri-kanan kiri-kanan, diangkat tinggi-tinggi sekalian mengelinjang cukup sedikit teriak panjang. “Maass, tekeen yaang kerraass.. aakkuu mmaauu keelluuaar.. mari Maas jugaa barreenng..” Lubang senggamanya makin sempit menjepit dan berasa mengisap penisku membuatku tidak kuat . “Ohh.. ach.. ach..” bokongnya makin kuat pergerakannya. “Maass.. ohh.. ohh.. hh.. ohh.. oh.. ahh.. saya keluar.. Sayang.. ohh.. saya tidak tahan..” Bokong Nani yang sintal itu kutangkap dengan ke-2 tanganku dan kutekan supaya kepuasan orgasme lubang senggamanya makin berasa.

“Ohh.. ohh.. ohh.. ohh.. enakk.. ohh.. iya.. iya Mass.. aahh.. semakin cepat Mas.. cepatan..” Saya makin dirangsang tidak saja oleh suaranya, tetapi oleh capitan vaginanya. Penisku benar-benar berasa dipegang kuat sekalian dikocak-kocok. Napas kami berdua makin mengincar. Nani keliatannya hampir orgasme, salah satunya tangannya mainkan puting susunya secara cepat dan mendadak teriaknya, “Ahh.. ahh.. Mas.. Mas.. muncratin di dalam, ayoo Sayang saya siap.. ahh.. aah.. ahh.. sekarang ini.. oohh.. berbarengan.. ohh..” Desah Nani makin keras dan aku juga rasakan kehangatan tangkai kejantananku dalam lubang senggamanya yang sempit itu, mendapat kepuasan cinta Nani yang sekian waktu tambah menarik.

“Yang.. ohh.. putingku sekalian diremas.. ohh.. remas.. pentilku remas.. oogghh.. yaach..” Sangat nikmat kesan yang kurasakan persetubuhanku dengan Nani dalam kamar mandi rumah kostku.
“Kamu senang Sayang?”
“Senang sekali.. Mas memang luar biasa.. nanti Mas ingin kembali tidak?”
“Entar malem kita puaskan kembali ya Yaang.. kita mandi dahulu yok..”

Waktu mandiku bersama nani sore itu penuh gelora gairah birahi yang tidak berhenti-hentinya. Kadangkala kejantananku mulai lemas menyengaja ia sabun dan kocok hingga bangun kembali selanjutnya ia kemot-kemot, atau giliran kupermainkan kewanitaannya sekalian jemari tengahku masuk sampai ke vaginanya hingga Nani menggeliat luar biasa, sekalian mulutku cari puting susunya yang mengeras kukulum dan kugigit halus. Menyengaja Nani menekan payudaranya yang montok itu, didorong ke bibirku sekalian tangan kirinya menekan kepalaku, hingga seperti wanita menyusui bayinya, menganakemaskan buah hatinya segenap hati dengan buaian puting susunya, supaya selalu nikmat untuk diisap.

Sementara tangan kananku terus saya masuk ke vaginanya kubelai dan kugesek-gesekkan, sampai ia rasakan dan mendapat kepuasan karena mendadak ia buka pahanya hingga makin memberi peluang tanganku bebas untuk menggosok vaginanya dan kumasukan jemari tengahku ke lubang yang becek dan licin dan tangan Nani kubimbing untuk menggenggam tangkai penisku dan mengocak-ngocoknya.

“Aaaduh.. saya ingin keluar.. ohh.. aahh..” sekalian mulutnya menganga dan matanya terpejam , diamencapai orgasme. Nafsu mandiku bersama Nani kuakhiri persetubuhan di atas tempat tidur di kamarnya pada kondisi sama-sama berangkulan tanpa baju sampai waktunya saya makan malam berdua.

Sore itu saya dan Nani kenakan pakaian seadanya agar bebas sama-sama memberi dan menunjukkan masing-masing anggota badan yang bisa dicicipi dan bisa memberi nafsu sekalian duduk berdua, untuk istirahat memberi kesegaran dalam tubuh kami masing-masing supaya kembali fit kembali meskipun cukup meletihkan dan berasa ke beberapa sendi tulang tapi benar-benar nikmat yang kami reguk berdua dengan Nani seakan tidak senang sempai disana saja.

Menanti malamtiba menyengaja saya cuma bercumbu di atas sofa ruangan tamu dengan lampu ruang yang cuma temaram hingga memberi situasi makin romantis percumbuan mendekati malam pertama kaliku nikmati badan yang cantik untuk yang pertama kali kucumbu, kusetubuhi sampai ke lekuk likunya yang paling sesitif di mana kepuasan nafsu jalinan kelamin kurasakan.

Apalagi Nani yang dengan menyengaja dengan bebasnya menunjukkan beberapa bagian badannya yang cantik semakin mengundang tanganku agar semakin nikmati keelokan badannya yang cukup dengan sedikit membuka pakaian seadanya yang ia gunakan sore tersebut. Menyengaja malam itu badannya kupeluk dan mukaku tenggelam antara hangatnya capitan ke-2 bukit payudaranya yang membusung cantik di dada Nani.

 

 

MONA4D

Artikel Bokep

Create Account



Log In Your Account